Rabu , Juli 17 2024
h1

Huawei bekerja sama dengan Politeknik SSN untuk membahas pengelolaan data dan keamanan siber

Jakarta (ANTARA) – Penyedia solusi ICT terkemuka Huawei bermitra dengan Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN) untuk menyelenggarakan konferensi ilmiah internasional bertajuk “Konferensi Internasional tentang Kriptografi, Informatika, dan Siber” tentang pengelolaan dan keamanan data , kriptografi dan keamanan siber (ICoCICs). ) 2023″.

ICoCICs 2023 merupakan wadah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti dan praktisi untuk bertukar pikiran dan penemuan terkait informasi, Keamanan internetkriptografi, steganografidan teknologi ponsel, ponsel.

Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengatakan forum internasional ini merupakan wujud nyata kolaborasi antar pemangku kepentingan dan memberikan wawasan berharga mengenai peran masing-masing pihak dalam membangun ekosistem kriptografi, informatika, dan keamanan siber nasional yang tangguh. .

Konferensi ini dapat menjadi salah satu upaya kita bersama untuk menciptakan ekosistem kriptografi, ilmu komputer, dan keamanan siber, baik pada tingkat pengembangan ilmu pengetahuan maupun pada tataran praktis penerapan keamanan siber, kata Hinsa dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin di Jakarta.

Huawei berkolaborasi dengan Politeknik Siber dan Kripto Negara menyelenggarakan konferensi akademik internasional bertajuk “International Conference on Cryptography, Informatics and Cyber ​​​​Security (ICoCICs) 2023” tentang pengelolaan dan keamanan data, kriptografi, dan keamanan siber. (ANTARA/HO/Huawei Indonesia)

Beliau juga memberikan penghargaan kepada tuan rumah, co-host, dan sponsor, dalam hal ini termasuk Huawei, yang telah mendukung penelitian keamanan siber dalam menciptakan dunia siber global yang terbuka, aman, stabil, dan akuntabel.

ICoCICs 2023 yang mengusung tema “Kriptografi dan Keamanan Siber: Peran, Prospek dan Tantangan” terselenggara berkat dukungan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Chapter Indonesia dan IEEE Computational Intelligence Society (CIS).

Sebanyak 122 kajian ilmiah dari sembilan negara diserahkan kepada penyelenggara, 63 diantaranya dinyatakan diterima. Salah satunya adalah kajian akademis Politeknik SSN tentang tata kelola data dan perlindungan data pribadi yang merupakan bagian dari penelitian terdahulu bersama Universitas Indonesia bertajuk “Tinjauan Strategis Keamanan Siber Indonesia: Teknologi Cloud dan Tata Kelola Data”.

Selain tenaga ahli dari Politeknik SSN, beberapa perguruan tinggi ternama juga turut terlibat dalam ICoCICs yang berlangsung pada 22-24 Agustus 2023, antara lain Swiss German University, Telkom University, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. . Kegiatan ini juga didukung oleh asosiasi profesi dan komunitas keamanan siber seperti ISACA dan ACAD-CSIRT.

Sementara itu, Cyber ​​Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia Syarbeni mengatakan diperlukan kolaborasi yang kuat untuk mengantisipasi tantangan keamanan siber yang kompleks.

h2
Huawei berkolaborasi dengan Politeknik Siber dan Kripto Negara menyelenggarakan konferensi akademik internasional bertajuk “International Conference on Cryptography, Informatics and Cyber ​​​​Security (ICoCICs) 2023” tentang pengelolaan dan keamanan data, kriptografi, dan keamanan siber. (ANTARA/HO/Huawei Indonesia)

“Oleh karena itu diperlukan pendekatan kolaboratif yang sistematis, seperti yang terjadi pada ICoCICs 2023. Pertukaran informasi terkini mengenai keamanan siber dan perlindungan data dapat membantu memperkuat sistem keamanan siber nasional,” katanya.

Kondisi inilah, kata Syarbeni, yang mendorong Huawei untuk terus meningkatkan sistem keamanan pada setiap solusinya. Saat ini, Huawei Cloud memiliki lebih dari 80 sertifikat keamanan global dan telah menerbitkan lebih dari 20 sertifikat Buku Putih Kepatuhan Keamanan.

Direktur Politeknik SSN Tjahjo Khurniawan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Huawei yang telah menjadi mitra Politeknik SSN baik dalam penelitian maupun pengembangan keterampilan.

“ICoCICs 2023 merupakan platform kolaboratif untuk menciptakan ekosistem keamanan siber yang lebih baik,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Rayi Pradono Iswara, Manager Pengembangan Ekosistem Talent ICT Huawei Indonesia, menambahkan pihaknya juga berkomitmen untuk memperkuat keamanan siber melalui program pelatihan dan sertifikasi di Huawei ASEAN Academy.

“Bersama tim ahli dan pendidik dari Huawei ASEAN Academy, kami siap bekerja sama untuk memperkuat keterampilan dan kesadaran keamanan siber di Indonesia. Para akademisi dapat mengakses materi dan mengikuti kursus pelatihan keamanan siber yang sudah ada dalam program Akademi kami,” tutupnya.

Wartawan: Ahmad Faishal Adnan
Penerbit : Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Check Also

pasted image 0 1

Laptop ASUS Vivobook Go 14 E1404F, Laptop Dana Pelajar

Di zaman sekarang laptop juga sudah sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *