20230823 ASEAN ATRC 2023 Kominfo Pey HS 16a 2

Kementerian Komunikasi dan Informatika berharap kerja sama ASEAN-Jepang dapat melawan ancaman siber

Kita tidak kebal terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh kemajuan

JAKARTA (ANTARA) — Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba berharap kerja sama ASEAN-Jepang dapat meningkatkan ketahanan masing-masing negara dalam melawan ancaman siber dengan lebih cepat.

Hal itu disampaikannya merujuk pada pertemuan ke-19 ASEAN Telecommunication Regulators’ Council (ATRC) dengan Jepang pada Kamis di Badung, Bali yang dihadiri oleh delegasi Jepang, delegasi negara-negara ASEAN, perwakilan Sekretariat ASEAN, dan Direktur Utama. ASEAN berpartisipasi ICT Center (AICTC).

“Inisiatif ini bukan hanya mengenai kerja sama teknis; “Ini tentang membangun komunitas tangguh yang mampu merespons dengan cepat dan tegas ketika ruang digital kita terancam,” kata Mira dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Mira meyakini konektivitas dan kemajuan teknologi digital akan membawa potensi bahaya ancaman siber yang semakin canggih dalam berbagai bentuk.

“Kita tidak kebal terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh kemajuan. Ancaman siber menjadi momok yang masih mewabah, datang dalam berbagai bentuk dan semakin canggih, ujarnya.

Sebagai Ketua ATRC ke-29, Mira mendesaknya untuk mengambil langkah proaktif untuk melindungi infrastruktur digital dan kepercayaan warga ASEAN dan Jepang.

“Usulan Jepang untuk memperkuat efektivitas respons terhadap insiden dan mendorong standar keamanan siber internasional merupakan secercah harapan bagi ASEAN,” ujarnya.

Menurut Mira, pertemuan ASEAN-Jepang merupakan tonggak penting dalam melanjutkan komitmen mendorong kerja sama, kerja sama, dan kemajuan di bidang telekomunikasi.

“Di dunia yang saling terhubung ini, telekomunikasi memainkan peran penting dan menjadi tulang punggung perekonomian dan masyarakat kita,” ujarnya.

Negara-negara ASEAN dan Jepang membahas ancaman siber dan keamanan ruang digital pada Pertemuan ATRC ke-19 dengan Jepang. Dalam situasi di mana konektivitas tidak mengenal batas negara, keberadaan praktik regulasi terbaik, manajemen spektrum, keamanan siber, dan integrasi teknologi dipandang sebagai prasyarat untuk meningkatkan keamanan di ranah digital.

Baca juga: Kementerian Kominfo: ASEAN dan China Punya Ambisi Sama Soal Potensi Teknologi

Baca Juga: Kemenkes: ASEAN perkuat arsitektur kesehatan regional melalui AFHMM

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Penerbit : Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Check Also

pasted image 0 1

Laptop ASUS Vivobook Go 14 E1404F, Laptop Dana Pelajar

Di zaman sekarang laptop juga sudah sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *