Sabtu , Juli 13 2024
Screenshot 314

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan empat faktor yang menjadi penyebab keberhasilan ASO nasional

JAKARTA (ANTARA) – Direktur Jenderal Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Wayan Toni Supriyanto mengatakan ada empat faktor yang dilakukan oleh pemangku kepentingan industri penyiaran matikan analog (ASO) bisa sukses secara nasional.

Keempat faktor tersebut, kata Wayan saat diskusi daring, Jumat, adalah dukungan infrastruktur lembaga pendidikan yang telah bekerja sama dengan sukses sehingga siaran digital mendominasi televisi publik di Indonesia.

“Pertama, didukung oleh pembangunan infrastruktur operator multiplexing Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dengan 95 jaringan pemancar, serta investasi dari tujuh grup lembaga penyiaran swasta dengan total 227 jaringan pemancar. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata Wayan.

Selain itu, proses yang berlangsung merupakan faktor yang mendukung keberhasilan ASO di tingkat nasional simulcast sebagai periode transisi. simulcast mengacu pada masa transisi bagi lembaga penyiaran untuk menerapkan dua mekanisme penyiaran, yaitu penyiaran analog dan adaptasi lambat ke penyiaran televisi digital.

Di masa transisi ini, tidak hanya lembaga penyiaran yang berusaha beradaptasi, masyarakat umum juga mulai terbiasa dengan teknologi penyiaran digital.

Faktor ketiga yang membuat ASO sukses adalah membantu industri tersebut menciptakan ekosistem baru bagi industri penyiaran digital yang sedang berkembang dengan memaksimalkan produksi perangkat elektronik dalam negeri. Wayan mengatakan, saat program ASO dimulai, hanya ada 12 produsen set-top box yang bersertifikat.

“Namun secara on the fly, ada peningkatan sertifikasi STB dan TV digital hingga 53 produsen,” ujarnya.

Terakhir, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah sosialisasi dan edukasi yang tidak pernah berhenti hingga akhirnya mendorong aktifnya penggunaan siaran televisi digital. Lembaga penyiaran juga turut serta dalam sosialisasi dan edukasi dengan mempromosikan siaran digital melalui berbagai iklan layanan masyarakat.

“Salah satu indikator keberhasilan program ASO adalah antusiasme masyarakat yang beralih secara mandiri dari siaran analog, tidak terlepas dari pesan yang disebarluaskan dengan baik. Jadi kami menghargai iklan layanan masyarakat di TV yang ada untuk mendorong orang beralih.” “Teknologi TV digital,” kata Wayan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, per 2 Agustus 2023, semua lembaga penyiaran telah beralih ke penyiaran digital dan tidak lagi menggunakan teknologi penyiaran analog.

ASO terakhir yang diprakarsai pemerintah berlangsung di Medan pada 30 Juli 2023 dan menurut survei terbaru, 47 persen masyarakat di Medan dan sekitarnya kini terhubung dengan transmisi televisi digital.

Di kota-kota besar Indonesia lainnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, dan Bali, penetrasi siaran TV digital diketahui mendekati normal, dengan tingkat adopsi rata-rata di atas 90 persen.

Baca Juga: Kemenkominfo Sebut Medan Siap ASO pada 30 Juli 2023

Baca Juga: Indonesia Diharapkan Tawarkan Siaran Digital Segenap HUT RI

Reporter: Livia Kristianti
Penerbit : Natisha Andarningtyas
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Check Also

pasted image 0 1

Laptop ASUS Vivobook Go 14 E1404F, Laptop Dana Pelajar

Di zaman sekarang laptop juga sudah sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *