Selasa , April 16 2024
bandwidth

Pengertian, Jenis, dan Manfaat Manajemen Bandwidth

PENGERTIAN BANDWIDTH
Bandwidth dalam konteks ini mengacu pada ukuran seberapa banyak data yang dapat dialirkan melalui jaringan. Istilah ini berasal dari bidang teknik listrik yang mengukur jarak total atau rentang sinyal pada saluran komunikasi. Banyak orang yang keliru mengartikan Bandwidth dan Data Transfer, yang umumnya digunakan dalam konteks internet dan web hosting. Bandwidth sendiri mengindikasikan volume data yang dapat ditransfer per unit waktu, sementara Data Transfer mengukur lalu lintas data dari sebuah website. Secara sederhana, bisa dikatakan bahwa bandwidth adalah tingkat kecepatan transfer data. Dalam jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagai sinonim untuk tingkat transfer data, yaitu jumlah data yang dapat dikirim dari satu titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu, diukur dalam satuan bps (bits per second) atau juga Bps (bytes per second).

JENIS-JENIS BANDWIDTH
Terdapat dua jenis bandwidth, yaitu:
1. Digital Bandwidth: Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data yang dapat dikirim melalui saluran komunikasi dalam satuan bits per second tanpa distorsi. Satuan yang umum digunakan adalah bits, Byte, Kilo, Mega, Giga.
2. Analog Bandwidth: Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan seberapa banyak informasi yang dapat ditransmisikan dalam satu waktu.

BANDWIDTH INTERNET
Bandwidth Internet merupakan batas kecepatan maksimal yang diberikan oleh penyedia jasa layanan internet (ISP) kepada pengguna untuk mengirim (upload) dan menerima (download) data dari dan ke jaringan internal atau internet. Bandwidth dapat diibaratkan sebagai ukuran pipa yang dilalui oleh air, semakin besar pipa, semakin besar pula data yang dapat mengalir melalui jaringan tersebut. Karena komputer saling berbagi informasi dengan mengirim dan menerima data, bandwidth Internet dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Bandwidth Uplink (Batas Kecepatan Upload): Upload adalah proses mengirimkan data dari perangkat pengguna (gambar, teks, video, dll) ke perangkat lain melalui jaringan komputer atau internet. Uplink digunakan saat mengirim data melalui jaringan komputer atau internet, seperti mengunggah teks ke Facebook, mengunggah gambar ke Instagram, dan mengunggah video ke YouTube. Kecepatan uplink umumnya tidak dijelaskan secara rinci dalam iklan penjualan layanan internet (ISP) karena penggunaan uplink biasanya lebih rendah daripada downlink.
2. Bandwidth Downlink (Batas Kecepatan Download): Download adalah proses mengambil data (gambar, teks, video, dll) ke komputer pengguna melalui jaringan komputer atau internet. Ketika melakukan aktivitas browsing, kita melakukan proses download, karena komputer atau perangkat yang kita gunakan mengambil data (gambar dan teks) dari internet. Kecepatan downlink digunakan untuk mengambil data menggunakan jaringan komputer atau internet, seperti menonton video di YouTube, mendownload musik, mengunduh gambar, dan mencari artikel. Biasanya, kecepatan downlink ditampilkan dalam iklan penjualan layanan internet, sedangkan uplink tidak dicantumkan karena pengguna umumnya lebih membutuhkan kecepatan downlink daripada uplink.

TROUGHPUT
Troughput merupakan kecepatan transfer data saat mengirim atau menerima data melalui jaringan internet. Troughput bisa diibaratkan sebagai aliran air melalui pipa, yang terbatas oleh ukuran pipa (bandwidth), sehingga troughput tidak dapat melebihi bandwidth yang telah ditentukan. Namun, troughput dapat lebih kecil dari bandwidth yang ditentukan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi troughput saat mengirim dan menerima data melalui jaringan internet, antara lain:
– Jam Sibuk: Jika jaringan mengalami kecepatan yang melambat pada saat jam sibuk, kemungkinan bandwidth yang disediakan oleh ISP penuh, sehingga paket data yang dikirim dan diterima mengalami keterlambatan. Namun, jika sedikit pengguna yang aktif, kecepatan dapat melebihi bandwidth yang ditentukan.
– Kualitas jaringan: Jaringan kabel adalah yang terbaik karena minim interferensi. Jika menggunakan jaringan nirkabel, lebih sering mengalami masalah karena rawan terhadap interferensi dari perangkat lain dan gangguan alam, seperti pepohonan, bangunan, gunung, hujan, dll. Pengguna internet nirkabel (GSM, CDMA, WIFI) biasanya sering mengalami drop sinyal atau kualitas sinyal yang buruk akibat interferensi.
– Kecepatan uplink server: Server untuk website besar biasanya memiliki uplink yang besar, tetapi jika terlalu banyak pengunjung, kemungkinan uplink akan habis, sehingga kecepatan transfer data yang diterima tidak akan maksimal.
– Maleware: Keberadaan maleware di komputer atau jaringan dapat menyebabkan penurunan kualitas jaringan karena maleware mengganggu penggunaan komputer atau jaringan. Pengguna internet seluler (GSM/CDMA) biasanya akan mengalami arus lalu lintas meskipun internet tidak digunakan. Maleware juga dapat mengubah rute atau mengalihkan lalu lintas ke jaringan maleware itu sendiri, sehingga komputer terasa lambat saat mengakses internet.

PENGERTIAN MANAJEMEN BANDWIDTH
Manajemen bandwidth adalah proses yang digunakan untuk mengatur saluran yang dapat digunakan dalam proses upload dan download. Tujuannya adalah untuk memberikan hasil yang baik dalam kualitas layanan yang diberikan.

FUNGSI MANAJEMEN BANDWIDTH
Penggunaan bandwidth juga harus dilengkapi

Check Also

pasted image 0 1

Laptop ASUS Vivobook Go 14 E1404F, Laptop Dana Pelajar

Di zaman sekarang laptop juga sudah sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *