bts XL

Pemerintah mendukung konsolidasi operator seluler untuk persaingan yang sehat

Ya, kami menyebutnya “mak comblang”.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan mendukung upaya konsolidasi operator seluler di Indonesia untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan, pihaknya bahkan bersedia bertindak sebagai mediator jika diperlukan.

“Ya, kami menyebutnya ‘mak comblang’. Kami ingin mengurangi persaingan dan meningkatkan kerja sama sehingga industri menjadi sehat. Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung bahkan mempromosikan dalam hal ini. Tapi sekali lagi, keputusan ada di industri,” kata Usman saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Menurut Usman, praktik penawaran jaringan internet dengan harga murah masih banyak terjadi karena persaingan bisnis telepon seluler yang saat ini tidak sehat.

Namun realita dari cara kerja tersebut adalah internet yang tersedia bagi masyarakat seringkali kurang optimal bahkan jauh dari standar persaingan di negara lain.

Oleh karena itu, Usman meyakini konsolidasi operator seluler di Indonesia bisa menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan layanan internet bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengatakan baru-baru ini ada dua operator seluler yang bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi untuk membahas dukungan terhadap peningkatan layanan Internet di Indonesia, yaitu XL Axiata dan Smartfren.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun menawarkan solusi ini kepada keduanya dengan harapan dapat mendukung pelayanan industri telekomunikasi yang lebih baik kepada masyarakat.

“Ya, sudah ada pembicaraan. Saya kira masing-masing sudah berbicara dengan Menteri Komunikasi dan Informatika. Yang saya tahu Smartfren bertemu dengan Menkominfo. Pihak lain juga bertemu,” kata Usman.

Sebelumnya, Bloomberg memberitakan pada Selasa (5/9) bahwa Axiata, perusahaan telekomunikasi asal Malaysia, berencana melakukan merger dengan perusahaan telekomunikasi milik PT Sinar Mas Group di Indonesia, yakni Smartfren.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Axiata dan Sinar Mas bekerja sama dengan penasihat untuk membantu memeriksa kemungkinan transaksi.

Selain merger, keduanya juga mempertimbangkan perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan lainnya.

Baca Juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika Umumkan Operator Seluler Lolos Lelang Spektrum 2.1GHz

Wartawan: Livia Kristianti
Penerbit : Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Check Also

pasted image 0 1

Laptop ASUS Vivobook Go 14 E1404F, Laptop Dana Pelajar

Di zaman sekarang laptop juga sudah sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *